Lamaran By Phone

1474 Words

Setelah Mami Naura masuk rumah, Aleeya dan Adzriel langsung turun dari lantai dua menuju ruang keluarga. “Mi, sini duduk dulu,” kata Aleeya sambil menarik tangan Maminya menuju sofa. Adzriel dengan sigap menuju dapur, mengambilkan segelas air dingin dari dispenser dan membawanya cepat-cepat. “Minum dulu, Mi,” katanya sambil menyodorkan gelas. “Biar cepat reda emosinya.” Mami Naura menerima gelas itu, meneguknya sedikit, lalu bersandar. Nafasnya masih agak naik-turun, tapi ekspresinya penuh kemenangan. Bukan hanya menang argumen, tapi menang secara mental. Aleeya duduk di sampingnya, menatap sang ibu dengan mata berbinar. “Mami tadi keren banget,” katanya, masih terkesima. “Aku sampai tepuk tangan waktu Mami bilang, ‘Saya bisa menghancurkan perusahaan keluarga Anda dalam satu malam.’”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD