Bab 78

2785 Words

Elang hanya tertegun mendengar omelan dari Nabila. Seberapa hancur wanita di depannya, pria tersebut tetap konsisten dengan sikap diamnya. Nabila mundur. Kakinya bahkan menyentuh pecahan gelas. Namun, sakit itu tidak seberapa dibanding sesak di dadanya. “Kamu tega, Elang! Kamu pria brengsk ! Nggak punya perasaan kamu!” Suara Nabila keras. Serak. Langkahnya terus mundur. Sampai tanpa sadar, kakinya terperosok ke dalam kolam renang. Elang terenyak, kaget. Ia segera menyusul masuk ke kolam renang, membawa Nabila ke tepian dan mengangkat tubuh itu untuk ditidurkan ke kursi panjang di sana. Nabila terbatuk beberapa kali. Air keluar dari mulut. Rongga hidungnya terasa panas. Wanita tersebut memegangi dadanya yang sesak. Sementara Elang, tanpa berkata apa-apa langsung memunguti satu pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD