Bab 92

2682 Words

Saat itu Yogas tengah berdiri di basemen kantor bersama rekan magangnya. Keduanya menikmati sebatang rokok yang tinggal setengah. “Gimana soal acara ‘ntar malem? Lo jadi bawa cewek itu lagi, ‘kan?” Yogas mengangguk mantap. Ia mengepulkan asapnya ke udara. Senyum cerah di wajahnya hadir. “Jadi, dong.” “Siapa namanya? Gue lupa.” “Senja.” Roni menjentikkan jari. “Nah, itu. Gue nggak mau tau, ya. Mau nggak mau, dia kudu minum. Cupu banget jaman sekarang ada cewek nggak minum.” Yogas menegakkan posisi berdirinya. Ia menghela napasnya lalu membuang sisa rokok yang masih lumayan panjang. “Nggak janji soal itu,” tolaknya ragu. “Tapi, gue pastiin dia dateng sama gue. Dan kita pesta bareng sampe pagi.” Tanpa keduanya sadar, Elang yang masih ada di dalam mobil mendengar semuanya. Dan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD