Bab 93

3205 Words

Yasmin mengambil napas panjang. Ia menarik hijab putih yang membingkai wajahnya, memberi ruang bernapas lebih leluasa. Wanita tersebut berusaha menenangkan diri. Kursi rodanya berderit, kala Yasmin mendekat ke arah Senja yang masih duduk membeku di sofa. “Senja.” Yasmin memanggil sekali lagi, meski perempuan kurus di hadapannya masih enggan menjawab. Bahu Senja masih bergetar, bibirnya terlipat ke dalam secara sempurna, menahan sesuatu. Sementara Elang, berdiri mematung di sebelah Yasmin. Pandangan pria itu terkunci pada lantai bersih yang memantulkan bayang lampu raksasa di atasnya. “Kamu nggak perlu takut sama Bia, Senja.” Yasmin melunakkan nada bicaranya. “Bia akan mempercayai semua yang keluar dari mulut kamu.” Alih-alih menjawab, Senja justru menggeleng pelan tanpa suara. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD