Bab 98

2699 Words

“Senja.” Suara Mirasih menyapa lembut. Wanita itu tersenyum tulus. Gerakannya mengobati luka di punggung Baskara terhenti sejenak. Perempuan di bawah bingkai pintu itu tidak menjawab. Tatapannya terpaku pada Baskara, melihat bagaimana pria itu berusaha menghindari bertemu mata dengannya. Tanpa sepatah kata pun, Senja lantas berbalik menjauh dari ruang kerja Baskara. Sepeninggalnya, pria tersebut melenguh kasar. “Dia benar-benar membenci saya, Ma.” Mirasih menggeleng pelan, meski hatinya berbisik hal serupa. “Senja nggak seperti itu, Baskara. Dia ... hanya butuh waktu.” Wanita berusia setengah abad lebih itu kembali mengobati Baskara dengan telaten. Keheningan menyelimuti keduanya. Beberapa menit berlalu, Senja kembali masuk ke ruang kerja sang suami. Perempuan bertubuh kurus it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD