06 🌹 Kamar yang Panas di Malam Hari (21+)

1430 Words

Rose baru saja selesai mengganti blus basah dengan gaun tidur berwarna merah. Rambutnya masih sedikit basah, jatuh berantakan di bahu. Kamar itu temaram, hanya lampu meja yang menyala, memberi suasana sepi yang menusuk. Ia duduk di tepi ranjang, menarik napas panjang—tapi justru makin terasa sesak. Ponsel di meja samping bergetar. Getarannya memecah hening, membuat jantung Rose berdegup tak karuan. Ia menoleh. Nama itu. Akashena. Rose terpaku. Ujung jarinya gemetar saat meraih ponsel. Bagian dari dirinya ingin melemparkannya jauh-jauh, tapi sisi lain justru meronta ingin tahu alasan, ingin mendengar suara pria yang selama ini ia percaya. Dengan tangan bergetar, Rose akhirnya menekan tombol hijau. “...Halo?” suaranya pelan, hampir berbisik. Di seberang, suara yang begitu familiar terd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD