Nirina menatap coklat dan bunga yang saat ini ada dihadapannya. Ia menghela napasnya karena sebenarnya berat baginya untuk menerima pemberian Nathan, tapi jika ia menolaknya dengan kasar maka ia akan kehilangan pertemannya bersama Nathan. Sejak dulu ia selalu menganggap Nathan dan Waldo adalah temannya dan keduanya ketika SMA menjadi teman baiknya serta pelindung yang setia untuknya. "Ambil dong coklat dan bunganya! anggap saja ini hadia dari aku untuk kamu karena sampai sekarang kamu belum menikah!" ucap Nathan. "Kamu memberi bunga dan coklat pasti ada maksud kan? Nggak mungkin kalau nggak ada maksud," ucap Nirina kesal. "Iya dong, aku minta diberi kesempatan agar kamu mempertimbangkan lamaranku!" Ucap Nathan dan tatapannya tertuju pada Adiwilaga yang terlihat ingin mengusirnya dari s

