Jangan disini

1407 Words

Nirina menghela napasnya dan ia terlihat kesal dengan sosok Adiwilaga yang berusaha ingin mengendalikannya. Saat ini semua keluarga telah duduk dimeja makan dan Nirina memilih duduk jauh dan ia berada di urutan yang paling ujung, agar tak perlu beriteraksi dengan siapapun saat ini. Menyendiri lebih baik dari pada mendapatkan tatapan aneh atau bahkan tatapan kesal dari beberapa dari mereka yang tidak menyukainya. "Jadi kapan Papimu bakal pulang Adiwilaga?" Tanya Kanigara. "Segera Om, kemungkinan minggu depan Papi pulang," ucap Adiwilaga. "Kalau gitu nanti kita akan kumpul bersama lagi dan kita atur acara keluarga kita," ucap Kanigara. "Iya Pi," ucap Renata dan ia sangat bahagia karena memiliki banyak keluarga. Nirina memakan makanannya tanpa menghiraukan ucapan mereka dan setelah sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD