Adik Laki-Laki

1143 Words

Pandu memberitahu Yuza jika Ken akan tiba dari Jepang pada sore nanti, tentu saja Yuza terkejut mendengar kabar gembira itu. "Kenapa tiba-tiba sekali?" tanyanya antara heran sekaligus gembira. "Entahlah, dia bilang ingin melihat kelahiran cicitnya!" kata Pandu terkekeh. Yuza pun tertawa mendengarnya. "Kenapa Opah tidak memberitahu aku?" dengus Yuza sedikit kesal. "Mungkin maksudnya dia ingin memberi kejutan," kata Pandu. "Baiklah, aku akan pura-pura kaget!" gurau Yuza. Pandu tertawa karenanya. Sementara itu di rumah, Tiara sedang berjalan-jalan sore di halaman belakang, dengan bertelanjang kaki dia menapaki jalan dengan batuan kecil yang hangat akibat terkena sinar matahari sejak siang. "Minum dulu, Sayang!" Zea datang mendekat seraya membawakan segelas jus buah apel yang manis.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD