Bab 141

3608 Words

Pagi itu, Seoul bangun dengan ritme yang lebih pelan dari biasanya. Langit bersih, cahaya matahari turun lembut tanpa menyilaukan. Mark sudah siap sejak subuh. Ia berdiri di depan jendela kamar hotel, menyelesaikan kopinya sambil menatap taman kota yang terlihat dari kejauhan. UHari ini ia punya rencana yang sejak kemarin sudah ia simpan sendiri, tanpa memberi petunjuk apa pun pada Giana. Ia tahu satu hal dengan pasti. Giana akan menyukai tempat ini. Bahkan mungkin lebih dari tempat-tempat sebelumnya. Mark menoleh ke arah ranjang. Giana masih tidur miring, memeluk bantal, rambutnya tergerai menutup sebagian wajah. Tidak ada ekspresi berlebihan, hanya wajah yang tampak damai. Mark memperhatikan beberapa detik, lalu mendekat dan menyentuh punggung tangannya ke pipi Giana dengan lembut.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD