Malam itu, Seoul berubah menjadi lautan cahaya yang berkelap-kelip. Lampu-lampu kota menyala di sepanjang jalan, gedung-gedung tinggi memantulkan warna emas dari lampu jalan, dan udara malam terasa sejuk namun menyenangkan. Mark menggenggam tangan Giana erat saat mereka keluar dari hotel, langkah mereka ringan namun penuh semangat. “Mark, malam ini aku nggak sabar!” seru Giana sambil melompat-lompat kecil. “Namsan Tower! Dari atas pasti keren banget!” Mark menoleh, tersenyum tipis. “Iya, tapi kita harus jalan pelan. Aku nggak mau kamu capek atau kedinginan.” Giana mengerucutkan bibir, sedikit cemberut, tapi tetap mematuhi. “Janji nggak marah kalau aku agak cepat gerak?” Mark tersenyum hangat. “Janji.” Mereka naik mobil menuju Namsan Tower, melewati jalanan yang dipenuhi lampu kota. Gi

