Bab 133

1384 Words

Air laut yang hangat membelai kulit Giana, memeluk setiap lekuk tubuhnya yang telanjang. Ia bersandar pada dinding kaca kamar mandi yang menghadap langsung ke hamparan biru Samudra Hindia. Ombak kecil berbisik, memecah kesunyian, sementara uap tipis mengepul dari bak mandi marmer yang baru saja ia tinggalkan. Rambut basahnya jatuh menutupi bahu, tetesan air mengalir di punggung, membasahi pantatnya yang bulat padat. Giana memejamkan mata, merasakan kelembutan kain handuk yang ia lilitkan di kepala, namun sensasi kulitnya yang terbuka terhadap udara lembap, terhadap sentuhan air yang masih menempel, jauh lebih membuai. Suara pintu geser terbuka pelan, kemudian tertutup kembali, membuat Giana sedikit terlonjak. Ia membuka mata, pandangannya bertemu dengan Mark yang berdiri di ambang pintu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD