Pagi itu pantai terlihat begitu cerah. Langit biru membentang luas tanpa awan, matahari belum terlalu terik, dan pasir putih terasa hangat di telapak kaki. Ombak kecil bergulung pelan, seolah ikut bernapas bersama suasana tenang di sekitar mereka. Mark menggenggam tangan Giana, menuntunnya menyusuri bibir pantai dengan langkah santai. Giana tertawa kecil setiap kali kakinya terbenam sedikit ke dalam pasir basah. Ia merasa ringan, bebas, dan jauh dari semua kesibukan yang selama ini mengelilinginya. Hari ini tidak ada jadwal, tidak ada rencana rumit, hanya mereka berdua dan laut yang membentang sejauh mata memandang. “Kita main di sini aja,” ujar Mark sambil berhenti di area pasir yang agak luas dan rata. Giana menatap sekeliling, lalu mengangguk cepat. “Iya. Di sini kelihatannya pas.”

