Bab 75

1102 Words

Giana menuruni anak tangga dengan langkah ragu. Tangannya sedikit gemetar meskipun wajahnya berusaha terlihat tenang. Gaun sederhana yang dikenakannya terasa begitu berat, seolah bukan kain, melainkan beban keputusan yang tidak pernah ia minta. Begitu kakinya menginjak lantai ruang tamu, pandangannya langsung menangkap Mama dan Papanya yang berdiri berdampingan dengan senyum yang menurutnya terlalu dipaksakan. Diana melangkah lebih dulu. Wajahnya berseri, matanya berbinar seolah hari ini adalah hari yang sangat ia nantikan. “Gia, sini,” panggil Diana lembut. Giana melangkah mendekat dengan perasaan tidak nyaman. Tatapannya lalu jatuh pada seorang lelaki yang berdiri tak jauh dari sana. Tinggi, rapi, berjas mahal dengan potongan sempurna. Rambutnya tertata rapi, senyumnya tipis namun pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD