Bab 67

823 Words

Mark keluar dari mobilnya dengan langkah mantap begitu valet mall mewah itu membuka pintu. Setelan jas abu-abu mudanya masih rapi meski hari sudah menjelang malam. Di tangannya ada ponsel yang sejak tadi tak berhenti menyala, tapi matanya fokus lurus ke depan, ke arah butik Cartier yang sudah ia incar sejak beberapa hari lalu. Di dalam butik, suasananya tenang, elegan, beraroma parfum mahal. Seorang pramuniaga wanita tersenyum profesional begitu melihat Mark masuk. “Selamat malam, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?” Mark membuka jasnya sedikit, tangannya masuk ke saku celana. “Saya mencari gelang wanita, koleksi terbaru. Untuk seseorang yang spesial.” Pramuniaga itu langsung mengangguk antusias. “Tentu, Tuan. Silakan ikut saya.” Beberapa menit kemudian, Mark duduk di kursi kulit lembut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD