Bab 66

1155 Words

Begitu mobil Mark berhenti di depan sebuah bangunan mewah dengan fasad kaca tinggi dan lampu-lampu keemasan, mata Giana membesar. Restoran itu termasuk yang tersohor di kota, terkenal dengan chef bintang Michelin dan antrean reservasi yang bisa sampai tiga bulan. Mark turun duluan, kemudian membukakan pintu untuk Giana seperti biasa. “Turun,” katanya singkat tapi lembut. Giana turun sambil menatap papan nama restoran itu. “Mark…” Giana menarik lengan kemejanya pelan. “Kamu serius pilih tempat ini?” Mark menatapnya santai. “Ya.” “Kamu reservasi?” “Tentu.” Giana menghela napas sangat panjang. “Mark… ini mahal sekali. Kenapa kita nggak makan di kedai dekat taman saja? Yang jual sup ayam itu. Enak dan murah.” Mark menoleh pelan, menatap Giana dengan ekspresi seolah gadis itu baru saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD