Bab 70

1449 Words

Mark duduk di ruang kerja dengan wajah mengeras. Tablet di tangannya menampilkan laporan terbaru yang baru saja dikirim oleh salah satu orang kepercayaannya. Nama yang tertera di layar membuat rahangnya mengeras. Arven. Saudara kembar Arvid. Mark menurunkan tablet perlahan, lalu menarik napas panjang. “Jadi akhirnya kamu bergerak,” gumamnya pelan. Pintu ruang kerja diketuk. “Masuk,” ucap Mark tanpa menoleh. Seorang pria bertubuh tinggi melangkah masuk. “Boss.” “Jelaskan,” kata Mark singkat. “Anak buah Arven terlihat di Jakarta sejak dua hari lalu. Mereka menyisir beberapa kawasan elit. Dugaan kami, mereka mencari alamat rumah Anda.” Mark menyandarkan punggungnya ke kursi. “Dia tidak bodoh. Pasti tahu aku kembali ke Jakarta.” “Ya. Tapi belum ada indikasi mereka tahu lokasi past

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD