Yaksa tidak pernah mengangkat suara. Ia tidak pernah memaksa dengan cara kasar. Justru itulah yang membuat Arka dan Diana perlahan percaya bahwa semua yang ia lakukan semata-mata demi kebaikan Giana. Pertemuan pertama terjadi di ruang tamu rumah keluarga itu, sebuah sore yang tenang dengan cahaya matahari masuk dari sela tirai. Yaksa duduk rapi di hadapan Arka, berbicara dengan nada rendah dan penuh pertimbangan. Ia tidak membahas Giana secara langsung. Ia membahas masa depan, stabilitas, dan keamanan. Ia berbicara tentang jaringan bisnis yang luas, tentang rencana ekspansi perusahaan, tentang bagaimana keluarga besar akan terlindungi jika hubungan itu terjalin secara resmi. Diana mendengarkan dengan seksama, sesekali mengangguk, matanya berbinar bukan karena ketampanan Yaksa yang sedang

