Gianna duduk di sofa ruang tamu, menatap Mark yang sedang menatap layar ponselnya dengan ekspresi serius tapi tetap tenang. “Mark, apa yang terjadi?” tanyanya penasaran, matanya masih berbinar karena antisipasi menunggu kabar tentang NCT DREAM. Mark mengangkat kepalanya, tersenyum lembut pada Gianna. “Asistennya baru saja memberitahuku kabar dari manajer NCT DREAM. Mereka memang bisa hadir, tapi mereka meminta bayaran sekitar sepuluh miliar rupiah untuk tampil,” ujarnya datar namun matanya menyiratkan ketegasan. Gianna terkejut, mulutnya terbuka sedikit, matanya membesar. “Sepuluh miliar? Mark, itu… itu sangat mahal. Kita benar-benar membayar sebanyak itu?” Mark tersenyum, matanya bersinar dengan ketegasan yang membuat Gianna sedikit tenang. “Gi, tenang saja. Aku sudah memikirkan semuan

