Bab 109

2802 Words

Gianna menerima telepon Mark dan segera membuka foto-foto yang dikirim. Mata Gianna berbinar-binar melihat setiap sudut hotel yang sudah ditata sedemikian rupa. Ia menatap lobi luas dengan karpet merah lembut, chandelier kristal yang berkilau, dan bunga lilac dan pink yang disusun rapi di setiap sudut. “Mark… ini luar biasa. Sungguh… sempurna,” bisik Gianna sambil menatap layar ponselnya, matanya berkaca-kaca. “Kau benar-benar memikirkan semuanya.” Mark tersenyum di seberang telepon. “Aku ingin semuanya sempurna untukmu, Gi. Aku tahu betapa pentingnya hari itu bagimu. Jadi aku pastikan tidak ada yang kurang.” Gianna mengusap layar ponselnya seolah bisa merasakan dekorasi itu langsung. “Aku bisa membayangkan berjalan di lorong itu nanti. Semua bunga, semua lampu… aku akan terlihat sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD