Bab 95

1472 Words

Film hampir selesai, suara terakhir musik latar terdengar lembut di ruang tengah. Giana, yang sebelumnya cemberut dan sedikit manja, kini sudah tertidur dengan posisi setengah bersandar di bahu Mark. Kepala kecilnya tertunduk pelan, napasnya teratur, bibirnya sedikit terbuka, dan tubuhnya masih hangat dari mie goreng pedas yang baru saja dimakan. Mark menatap gadis itu dengan mata lembut, hatinya terasa hangat dan sedikit tersentuh. “Gi… sudah tertidur saja,” gumamnya pelan, suaranya hampir seperti bisikan agar tidak membangunkannya. Ia menunduk, menatap kepala Giana yang tertumpu di bahunya, menyisir rambutnya yang jatuh lembut di pipi gadis itu dengan ujung jarinya. Mata Giana yang tertutup, napas yang tenang, semuanya membuat Mark merasa begitu bertanggung jawab, begitu ingin melindun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD