Bab 94

2541 Words

Mobil Mark meluncur perlahan di jalan kampus yang ramai. Gedung-gedung tinggi tampak gagah, mahasiswa berlalu-lalang dengan berbagai aktivitas, beberapa membawa buku, beberapa terlihat tergesa-gesa. Giana duduk di kursi penumpang, wajahnya cemberut, bibir menekuk ke bawah. Matahari pagi menyinari wajahnya, tapi ia sama sekali tidak terlihat bersemangat. Mark menatapnya sekilas, tangan tetap pada setir, napasnya tenang tapi fokus. “Gi… kau harus masuk kuliah sekarang. Jangan sampai terlambat. Aku jemput nanti siang, oke?” ucapnya dengan suara lembut tapi tegas. Giana mendesah kasar, menarik napas panjang, kemudian mencondongkan tubuh ke arah Mark. “Mark… aku nggak mau kuliah… aku masih capek… pantai… tidur… semuanya…” katanya sambil menutup mata, mencoba menghindari tatapan serius kekasih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD