Mark menatap Gianna yang sudah berdiri di depan etalase sepatu YSL dengan mata berbinar. “Gi… kau serius mau pakai ini untuk hari pernikahan kita?” tanyanya sambil mencondongkan tubuhnya mendekat ke jendela kaca etalase. Giana mengangguk cepat, matanya berbinar penuh semangat. “Iya, Mark! Aku ingin sepatu ini cocok dengan gaun pengantin nanti. Tapi aku bingung pilih yang mana. Aku mau kau pilihkan yang menurutmu paling bagus!” Mark tersenyum tipis, matanya menyapu seluruh koleksi sepatu di etalase. “Gi… kau tahu kan, aku biasanya nggak pernah pakai sepatu semacam ini. Jadi aku agak… bingung memilih.” Giana menatap Mark dengan mata penuh harap. “Mark… please… pilihkan aku. Aku percaya seleramu. Aku ingin sepatu ini jadi milikku di hari spesial nanti.” Mark menarik napas panjang, kemudia

