Mark duduk di samping Giana di sofa, melihat gadis itu sibuk menatap layar laptop sambil mencari-cari destinasi bulan madu. “Gi, kau serius ingin ikut mencari tempatnya sendiri?” tanya Mark sambil menyeruput teh hangat. Giana menatap Mark, matanya berbinar. “Tentu saja. Aku ingin bulan madu kita benar-benar sesuai dengan keinginan aku. Aku mau semuanya romantis dan tak terlupakan.” Mark tersenyum, mengangguk. “Oke, aku serahkan sepenuhnya padamu. Tapi kau ingat, aku juga mau ikut nimbrung sedikit. Kita harus seimbang.” Giana tertawa kecil. “Ya, ya, aku tahu. Tapi aku ingin mulai dari Eropa dulu. Aku penasaran sama kota-kota yang terkenal romantis. Paris, Venesia, Santorini…” Mark menggeleng sambil tersenyum. “Hmm… aku rasa itu pilihan bagus. Tapi jangan lupa, aku juga ingin ada sesuat

