Bab 130

2818 Words

Pagi itu rumah masih terasa sunyi, namun di dalam kamar suasananya justru dipenuhi gerak kecil yang tidak henti. Giana sudah bangun sejak subuh, bahkan sebelum alarm ponsel Mark berbunyi. Matanya memang masih sedikit mengantuk, tapi pikirannya sama sekali tidak bisa diam. Hari ini mereka berangkat ke Maldives. Hari yang sejak kemarin terus berputar-putar di kepalanya, membusat dadanya terasa penuh oleh rasa senang sekaligus gelisah yang sulit dijelaskan. Giana berdiri di depan koper besar yang sudah tertutup rapi. Tangannya memegang resleting, lalu membukanya lagi. Ia berjongkok, membuka lipatan pakaian yang sudah disusun rapi, memeriksa satu per satu seolah takut ada sesuatu yang bersembunyi di antara kain-kain itu. “Gaun pantai ada. Baju tidur ada. Pakaian santai ada,” gumamnya pelan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD