Bab 62

1735 Words

Mark menutup pintu rumah baru itu dengan gerakan pelan, seolah semuanya sudah diatur dan dikendalikan olehnya sejak awal. Giana berdiri di tengah ruangan, memandangi interior mewah yang luas, marmer yang memantulkan cahaya lampu, tangga kayu melengkung ke lantai dua, dan jendela besar yang memperlihatkan halaman belakang dengan kolam renang pribadi. Namun rasa takjub itu tidak bertahan lama. Begitu pintu tertutup, kecemasan mengambil alih. “Bagaimana dengan Mama dan Papa?” Giana berbalik cepat, suaranya terdengar tegang, nyaris panik. “Mereka pasti—” Mark menertawakan keresahan itu. Tawa pendek, rendah, santai. Tawa orang yang tahu bahwa semua kartu ada di tangannya. “Mereka akan baik-baik saja,” katanya sambil melepas jam tangannya, berjalan memutari sofa besar di ruang tengah. “Diana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD