Bab 81

1733 Words

Mark tidak mengatakan apa pun ketika ia menggendong Giana keluar dari rumah itu. Langkahnya stabil, lengannya kuat menopang tubuh Giana yang masih gemetar hebat. Gadis itu menundukkan wajahnya di d**a Mark, jemarinya mencengkeram jaket Mark seolah takut dilepaskan sedikit saja dunia akan kembali runtuh. Udara malam terasa dingin, tapi tubuh Giana justru panas. Napasnya tidak teratur. Setiap kali suara kecil terdengar, tubuhnya menegang refleks. Mark merasakannya. Semua. Ia membuka pintu mobil, mendudukkan Giana dengan sangat hati-hati, lalu memakaikan sabuk pengaman sendiri. Tangannya sedikit bergetar saat menyentuh pundak Giana, bukan karena ragu, tapi karena amarah yang masih membara. Mark menutup pintu, berjalan ke sisi pengemudi, dan duduk diam beberapa detik sebelum menyalakan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD