Bab 80

944 Words

Mark tidak menunggu satu detik pun lebih lama. Begitu ia memastikan Giana benar-benar diculik, seluruh dunia di sekelilingnya seakan berhenti. Yang tersisa hanya satu tujuan di kepalanya: menemukan Giana hidup, utuh, dan tidak tersentuh. Tidak ada kompromi. Tidak ada negosiasi. Di ruang kerjanya yang tertutup rapat, Mark berdiri di tengah ruangan, ponsel di tangan, matanya gelap dan dingin. Satu per satu panggilan masuk dan keluar tanpa jeda. Nama-nama penting, orang-orang yang selama ini bergerak di bayang-bayang untuknya, kini ia tarik ke permukaan. “Sebarkan,” perintah Mark singkat. “Semua orang bergerak. Sekarang.” Seseorang di ujung telepon bertanya hati-hati, “Target?” “Yaksa Adiputra,” jawab Mark tanpa ragu. “Dan semua yang bekerja untuknya.” Ruangan itu sunyi beberapa detik s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD