Bab 118

999 Words

Hari itu akhirnya tiba. Pagi di hotel megah yang menjadi tempat pernikahan Mark Haerson dan Giana Atmaya terasa berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Bukan hanya karena dekorasi putih gading dan rangkaian bunga segar yang memenuhi setiap sudut, tetapi karena udara dipenuhi ketegangan halus yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang terdekat. Di dalam ruang bridal suite yang luas, cahaya matahari masuk perlahan melalui tirai tipis. Giana berdiri di depan cermin besar, tubuhnya dibalut gaun pengantin yang begitu mengembang, lapisan demi lapisan kain halus menjuntai sempurna hingga menyentuh lantai. Gaun itu indah. Terlalu indah. Giana menatap bayangannya sendiri. Wajahnya tampak pucat meski dirias dengan sangat rapi. Bibirnya diberi warna lembut, matanya dipertegas dengan sentuhan tipis, n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD