Bab 22 - Kaca Yang Pecah 🔥

1957 Words

Sena berdiri gemetar di depan cermin besar di kamarnya. Ia menyingkirkan kerah kemeja yang masih ia kenakan, menatap pantulan dirinya dengan mata berkaca-kaca. Di sana, di leher dan dadanya, jejak kemerahan dari gigitan dan sesapan Baskara terlihat sangat kontras di kulit putihnya. "Astaghfirullah..." bisik Sena parau. Ia menyentuh bibirnya yang bengkak, lalu meringis saat merasakan denyut nyeri di inti tubuhnya. Rasa perih itu seolah menjadi pengingat betapa liarnya pergulatan mereka di meja makan tadi. Ia merasa asing dengan dirinya sendiri. "Aku bukan wanita seperti ini ... tapi kenapa hanya ini cara untuk menahanmu, Mas?" tangisnya pecah dalam diam. Sena menyeka air matanya dengan kasar, lalu berjalan tertatih menuju laci tersembunyi. Ia mengambil ponsel miliknya dan membuka fo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD