Bab 28 - Rasa Yang Menyayat Hati

1780 Words

Sena baru saja melipat mukenanya setelah menunaikan salat Dhuha. Di tengah sujudnya tadi, ia berkali-kali memohon agar diberikan ketabahan, karena rasa sakit hati akibat rekaman itu masih terus membekas. Ia harus tetap melanjutkan hidupnya, meskipun hatinya amat terluka. Dia harus kuat, dan tetap mendukung Baskara, berharap saat suaminya itu sadar, suaminya bisa kembali padanya dan meninggalkan Sarah seutuhnya. Tepat saat ia merapikan perlengkapan salatnya, ponsel di dalam tasnya bergetar. Pengacara Elang Pratama menelepon. "Halo, Pak Elang?" "Selamat pagi, Ibu Senandika," suara Elang terdengar sangat lugas dan tanpa basa-basi. "Saya sudah selesai membedah seluruh berkas yang Anda berikan, termasuk sinkronisasi data dari hasil penyelidikan kepolisian di lapangan semalam." Sena menah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD