Bab 29 - Pembunuhan Berencana ?

1711 Words

Sena berjalan gontai menuju ruang tunggu. Begitu melihat sosoknya, Bu Lastri langsung berdiri tegak dengan wajah pucat, sementara Umi bangkit dari duduknya dengan tangan yang masih menggenggam tasbih. "Sena! Bagaimana? Bagaimana keadaan Baskara?" suara Bu Lastri bergetar hebat. Sena meraih tangan ibu mertuanya yang terasa sedingin es. "Mas Baskara sudah melewati masa kritisnya, Bu. Dokter berhasil mengembalikan napasnya." Bu Lastri sempat mengembuskan napas lega, namun Sena segera melanjutkan dengan suara parau. "Tapi Mas belum sadar. Mas koma karena ada saraf otaknya yang terluka parah. Dokter bilang kita hanya bisa menunggu." Mendengar itu, pertahanan Bu Lastri runtuh. Tubuhnya limbung tak bertenaga. Ia langsung memeluk Sena dengan sangat erat, tangisnya pecah memenuhi lorong sun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD