Sena duduk di tepi kasur sambil memegang ponselnya. Ia baru saja menunaikan sholat Isya dan merasa perlu mengabari ibunya di pesantren. Hatinya sudah jauh lebih tenang sekarang dan ia ingin membagi ketenangan itu kepada wanita yang selama ini paling kencang mendoakannya. Sena menekan tombol panggil pada kontak bernama Umi. Terdengar nada sambung beberapa kali sebelum suara lembut wanita paruh baya menyapa dari seberang sana. "Assalamualaikum, Nduk," sapa Umi. "Waalaikumsalam, Umi. Umi sehat?" tanya Sena lembut. "Alhamdulillah Umi sehat. Bagaimana kabarmu di sana? Bagaimana kondisi suamimu?" Sena tersenyum lebar meski Umi tidak bisa melihatnya. "Alhamdulillah Mas Baskara sudah jauh membaik, Mi. Hari ini dia sudah segar bugar. Makannya banyak dan sudah bisa bercanda lagi. Dokter bilang

