Jam dinding digital di atas nakas menunjukkan pukul dua dini hari. Lampu tidur berwarna kuning temaram menciptakan bayangan hangat di seluruh penjuru kamar. Baskara terbangun dengan napas sedikit berat, bukan karena sesak sisa operasi, melainkan karena mimpi panas yang baru saja membangunkannya. Ia menoleh ke samping. Sena tertidur pulas dengan posisi memunggungi Baskara. Punggung istrinya terekspos karena piyama satin longgar itu sedikit tersingkap. Kulit putih mulus itu seolah memanggil Baskara untuk menyentuhnya. Baskara menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering. Ingatannya melayang pada malam-malam sebelum kecelakaan itu terjadi. Malam di mana Sena berubah total. Wanita yang ia kira polos dan pendiam itu ternyata menyimpan sisi liar yang memabukkan. Sena yang dengan berani me

