Tanpa menunggu lama lagi, Ardi langsung menyerang Amelia dengan buas. Ardi menindihnya dengan berat tubuhnya yang dominan, otot-ototnya yang tegap menekan setiap inci tubuh Amelia, mengunci gerakannya sepenuhnya di bawah kuasanya. Ia meremas p******a Amelia dengan brutal, jari-jarinya yang kasar menggenggam daging kenyal itu seolah ingin menghancurkan segala kelembutan yang tersisa. Setiap remasan terasa seperti pukulan, meninggalkan bekas merah yang membara di kulit putih mulus Amelia. Wanita itu merasa dadanya sesak, bukan hanya karena beban tubuh Ardi yang berat, tapi juga karena rasa takut yang menghimpit jantungnya seperti cengkeraman besi. Hatinya berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari d**a, sementara pikirannya berputar-putar dalam kepanikan. "P-pak... Hnghhhh...

