Bab 75: Kebenaran yang Meracuni.

1100 Words

Amelia melangkah dengan tergesa-gesa, Udara terasa pengap, bercampur aroma parfum karyawan yang membuat perutnya mual. Pintu ruangan kerja Ardi tertutup rapat, meredam suara hiruk-pikuk kantor di luar sana. Begitu Amelia melangkah masuk, ia merasa seolah baru saja memasuki sarang predator yang haus darah. Jantungnya berdegup kencang, seperti genderang perang yang tak terkendali, dan keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. Ruangan itu luas, tapi terasa sempit baginya, dinding-dindingnya seolah menutup semua jalan keluar, sementara jendela besar di belakang meja Ardi hanya menampilkan pemandangan kota yang sibuk, kontras dengan kengerian di dalam. Ardi sudah duduk di balik meja kerjanya yang luas dan mengkilap, menopang dagu dengan jari-jari yang bertautan erat. Matanya tert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD