Bab 23: Strategi Kebohongan Amelia

1366 Words

Amelia duduk di mejanya, memandangi layar komputer yang kini terasa asing, bagaikan cermin yang memantulkan sosok yang tidak ia kenali lagi. Matanya mengikuti setiap baris teks dan angka, tetapi otaknya tidak bisa memproses satu pun. Gemetar di tangannya tidak lagi bisa disembunyikan di bawah meja; jari-jarinya menari-nari gelisah di atas keyboard yang dingin, seolah-olah mereka ingin mengetik kata-kata yang tidak dapat diucapkan oleh mulutnya. Rasa mual yang sedari tadi meremas perutnya kini naik hingga ke tenggorokan, membuat setiap tarikan napas terasa berat dan pahit. Kata-kata Ardi terus terngiang di kepalanya, berputar-putar bagai rekaman rusak yang tidak bisa dimatikan: "Buat dia percaya... atau aku yang akan menghentikannya." Kalimat itu bukan hanya ancaman, melainkan perintah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD