Bab 47 Elina Memergoki

861 Words

Dani sedang tertawa pelan bersama Bela ketika suara langkah sepatu berderap memasuki ruangannya. Tawa itu langsung lenyap. Di ambang pintu, Elina berdiri membeku, wajahnya penuh amarah dan matanya menatap tajam ke arah keduanya. "Sejak kapan kamu di sana?" tanya Dani tergagap, tubuhnya sedikit menegang. "Kenapa kamu terkejut?" balas Elina tajam. Suaranya bergetar, tapi bukan karena takut—karena emosi yang memuncak. Bela memutar bola matanya, bersandar ke kursi dengan kesal. "Sialan Elina, kamu tukang nguping!" "Sudah aku duga kalau kalian punya hubungan gelap!" marah Elina dengan melotot tajam. "Kalau iya memangnya kenapa?" ujar Bela dengan berani. Dani tidak mau kalau sampai Elina malah menjauh dari dirinya. Dia berusaha untuk menjelaskan semuanya pada Elina. "Tidak Elina, jangan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD