Elina akhirnya membuatkan kopi untuk Radit, dia berjalan menuju ke arah meja ruangan tempat Radit berada. Tetapi Elina menaikkan sebelah alisnya heran. "Ke mana Radit?" tanya Elina merasa bingung. Dia tidak menemukan laki-laki itu di dalam ruangannya. Tidak biasanya dia pergi, bukannya tugas kantornya belum selesai. Sampai ada sebuah notif di ponselnya. Elina akhirnya membaca pesan tersebut. [Maaf Elina, aku keluar sebentar. Ada urusan penting mendadak]. Elina mendengus kesal, kalau tahu akan seperti itu, Radit tidak usah menyuruh dia membuatkan kopi tadi. "Sialan bos menyebalkan!" umpat Elina. Dia merasa dikerjai dengan bosnya sekarang. Memangnya Radit akan pergi ke mana sekarang. Elina jadi sedikit penasaran. Sampai ponselnya kembali berdering, dia mengira kalau itu dari bosnya.

