Pakmil Ngidam

1561 Words

Elard sedang meratapi nasib burung peliharaan sang mertua yang mati akibat tersedak. Burung itu kesayangan Pak Ihsan. Selain warnanya cantik dan suaranya bagus, harganya pun sangat mahal. Prosesi pemakaman dilakukan penuh dengan air mata. Hingga serangkaian acara selesai keduanya bahkan masih betah berlama-lama duduk di samping gundukan tanah berukuran kecil itu. Tempat dimana burung dikubur. Kalila menunggu suami dan papanya sambil membaca buku tentang kehamilan. Telinganya disumpal dengan earphone agar tidak mendengar suara tangis. Dan earphone itu pemberian dari sang mama. “Dek— mau ngemil gak?” tawar Bu Indira yang baru duduk disebelah putrinya. Kalila mematikan musik agar dapat mendengar ucapan Mamanya. “Gimana, Ma?” “Mama bawa brownies, Adek mau gak?” “Nanti aja, Ma. Lila ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD