Bunda Aisha meminta maaf pada sang menantu berulang kali karena tidak bisa kembali ke Jakarta dalam waktu dekat. Beliau jatuh sakit setelah mengurus pernikahan Eithan dan Nawa. Juga, masih ada serangkaian acara yang akan digelar di kediaman Opa Reiga. Hingga beliau diharuskan berada di Jogja lebih lama lagi. Melihat wajah lelah Bunda Aisha, Kalila berkata jika tidak marah maupun kecewa, meminta mertuanya berkunjung saat kondisinya sudah membaik dan semua acara telah selesai. “Acaranya besok dimulai jam berapa, Bun?” Tanya Elard yang berada di sebelah sang istri. “Sejak pagi— mungkin selepas dzuhur sudah selesai.” “Bunda tidak usah membantu di dapur. Istirahat saja di kamar. Kemarin Elard lihat Bunda agak kurusan—” Kalimat Elard terjeda, suaranya terdengar bergetar ketika melihat w

