“Sayang— apa di dalam sini ada anak kita?” Elard membelai lembut perut istrinya yang masih rata dengan tatapan takjub. Masih belum percaya diberi rezeki secepat ini. Disaat dia belum sempat mengajak sang istri pergi honeymoon. Kalila mengangguk. Kedua matanya telah berkaca-kaca. Rasa haru menyelimuti hatinya. Namun dia tak mau merusak kebahagiaan yang tengah dirasakan dengan air mata, karena itu tetap berusaha tersenyum lebar. “Selamat, Nak— sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah,” ujar Pak Ihsan sembari menepuk bahu menantunya. Sungguh ini adalah sebuah keajaiban bagi Elard. Menikah dengan Kalila merupakan keinginan tertinggi dalam hidupnya. Dan sekarang mendapatkan kabar tentang kehamilan istrinya membuatnya seperti orang linglung. Bukannya Elard tak bahagia, bukan! Tentuny

