"Bayang-bayangmu kini menari dalam hujan kenangan, sementara aku tersesat di jalan waktu yang tak lagi bersamamu." *** Di dalam kamar yang kini berantakan, Matthias duduk di antara kekacauan, air mata membasahi pipinya. Ia memeluk foto Zoya yang tersimpan di ponsel, jari-jarinya menelusuri garis-garis senyum di wajah yang kini tak lagi bersamanya. Dalam keheningan yang mencekik, Matthias menangis pelan, membisikkan nama Zoya ke dalam kesunyian. Foto itu seolah menjadi jendela terakhir ke dunia yang pernah mereka bagi, mengingatkan Matthias pada semua yang telah hilang. Matthias mengukir setiap detik dalam memori, mengarsipkan kisah-kisah indah yang pernah menari di antara dirinya dan Zoya. Kebaikan wanita itu seperti sungai yang mengalir lembut, pengertiannya adalah bayang-bayang yang m

