Aku sengaja meninggalkan Mas Reiga di kamar rawat Mama. Saat aku akan berangkat ke rumah sakit tadi, aku sudah membuat rencana dengan Embun. Setelah Omanya sarapan, dia harus merengek meminta di antar bermain di taman. Aku sempat khawatir jika Embun melupakan rencana kami. Karena dia sedang asik sekali bercanda dengan Mama. Namun kekhawatiranku menghilang, ketika Embun mengedipkan matanya, memintaku menemaninya bermain di taman. Awalnya Mas Reiga memaksa ingin ikut kami, namun saat Embun menolaknya dan meminta agar dia tetap di sini menjaga Oma. Dengn wajah sedikit masam, akhirnya Mas Reiga setuju untuk tetap tinggal di ruangan. ‘Sayang masih lama?’ Ada pesan masuk dari Mas Reiga, aku hanya membacanya tanpa berniat membalas. Pasti di dalam sana suasananya berubah menjadi sangat canggun

