“Kek,” panggilku pada Kakek. Setelah makan malam selesai, aku meminta waktu Kakek untuk membicarakan sesuatu. Beliau menyuruhku untuk menyusulnya ke ruang kerjanya, karena aku masih sibuk membereskan meja makan. “Masuk saja Nak, kenapa berdiri saja di situ.” “Kakek sedang apa?” “Sini,” perintah Kakek agar aku lebih mendekat pada beliau. “Ini apa Kek?” tanyaku pada Kakek, saat memberiku kotak yang cukup besar padaku. “Buka saja!” Aku menaruh kotak ke atas meja. Lalu membukanya secara perlahan, takut saja Kakek mengerjaiku. Tahu sendiri Kakek kesayanganku ini suka sekali menjahili cucunya. “Foto?” “Mama Reiga, bukannya besok kalain akan menemuinya?” Aku kaget dengan pertanyaan Kakek, kenapa beliau bisa tau soal rencanaku dan Mas Reiga yang akan menemui Mama di rumah sakit? “Kakek

