Pengantin Baru

1340 Words

“Seger banget penganten baru ...” “Gimana ngak mau seger, udah dapat jatah kayaknya nih!” “Makanya berseri-seri sekali wajahnya!” Mereka menggodaku, saat aku dan Hani bergabung untuk sarapan bersama. Galang, Abiyan dan Grizellee, semalam menginap di hotel. Sedangkan para orang tua, memilih untuk kembali ke rumah. Begitupun, Embun. Dia di ajak Mbak Ika dan Bunda, pulang ke panti. “Iya dong, makanya nikah biar dapat jatah!” “Bee ...” seru Hani, saat aku menyombongkan diri. “Maaf ...” aku meminta maaf, dengan mengelus pipinya. “Ngak usah bikin adegan 18+, di hadapan kaum jomblo!” protes Grizellee. “Ngak tau apa, jiwa iriku sudah meronta-ronta.” Saut Galang, dengan sibuk menyuap sarapan, yang ada di piringnya. Abiyan yang kalem, hanya menanggapi gerutuan temannya dengan terkekeh. “Sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD