Lili masih duduk di atas ranjang, sampai Juna selesai mandi. Pria itu keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Tanpa drama dan tanpa basa-basi, Juna segera berpakaian. Ia tak menoleh ke arah Lili yang sedang memperhatikannya di atas kasur. "Aku siapkan air hangat buat kamu ya, jangan mandi dulu kalau dingin, cukup lap-lap aja," ucap Juna yang telah selesai berpakaian. "Kamu marah sama aku, Mas?" tanya Lili secara tiba-tiba. Juna berhenti mengancingkan bajunya. Ia menoleh pelan. “Marah kenapa?” tanyanya balik, nadanya datar, sorot matanya dingin, wajatnya tanpa ekspresi. Justru itu yang membuat Lili merasa bingung untuk membedakan apakah suaminya sedang marah atau tidak. Karena ekspresinya datar dan sudah ditebak. “Soal tadi.” Lili menunjuk sembarang ke udara. “Soal… a

