Honeymoon Memuaskan

1740 Words

Hujan semalam baru reda ketika Lili membuka mata. Cahaya lembut pagi menembus tirai villa, memantul ke dinding kayu dan lantai hangat. Jantungnya berdebar saat menoleh, melihat sosok Juna tidur di sampingnya. Wajahnya tenang, napasnya stabil, dan aroma maskulin yang selalu ia sukai memenuhi ruangan. Lili tersenyum kecil, sedikit malu karena baru menyadari: sekarang ia bukan lagi seorang diri. Ia punya suami, pria yang selalu bisa membuat hatinya damai, sekaligus gelisah. Dengan gerakan pelan, ia meraih tangan Juna, merasakan hangatnya kulit pria itu. Juna membuka mata, menatap Lili dengan sorot mata lembut. “Pagi, Li… tidur nyenyak?” “Mm… iya,” jawab Lili lirih, jantungnya masih berdetak cepat. “Mas… aku… senang banget kita di sini.” Juna tersenyum tipis, lalu menarik Lili ke pelukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD