Puas

1387 Words

Mobil melaju meninggalkan Puncak, kabut tipis pagi masih menempel di jendela. Lili menatap ke luar, dadanya campur aduk senang karena honeymoon selesai dengan hangat, tapi sedikit cemas menghadapi dunia nyata di kota. Juna mengemudi dengan tenang, sesekali menoleh dan tersenyum ke arah Lili. “Santai saja, Li… semua akan beres.” Lili menoleh, tersenyum tipis. “Aku percaya Mas. Tapi… aku masih deg-degan kalau lihat rumah sebelah.” Juna menghela napas. “Aku ngerti… itu rumah masa kecilmu. Tapi kita nggak bisa ubah apa yang terjadi. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah fokus sama kita.” Setelah satu jam perjalanan, mereka sampai di kompleks rumah mereka. Lili terdiam sejenak, menatap rumah sebelah bekas rumah orang tuanya. Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing. “Li…” Juna meraih tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD