"Pa-pagi, Tante ..." Dewa langsung menundukkan kepala. Inne berjalan mendekat ke arahnya, wanita itu masih mengenakan gaun tidur yang semalam dan ternyata gaun tidur itu hanya sebatas pahanya saja. Dewa bisa melihat jelas kulit mulus wanita itu, meskipun sudah berusia tiga puluh tahun ke atas, tapi kulit Inne masih sangat kencang, terlihat seperti wanita muda. Dewa menundukkan kepala sebagai rasa hormatnya, karena bosnya mengenakan pakaian seperti itu. "Bagus kamu datang tepat waktu." Inne berdiri di hadapan Dewa. "Sesuai perintah, Tante ... Bu ... Sekarang saya panggil ibu aja." Dewa kembali menunduk. "Aku bukan ibumu, panggil Tante saja, biar gak terlalu canggung." Inne tersenyum. "Ah, iya Tante. Kita mau berangkat sekarang?" Dewa mengangkat kepala, mencoba menatap wajah In

